🌴 *Nasehat Persaudaraan sesama saudara Muslim* ⚜

Juni 19, 2019 Add Comment

🌴 *Nasehat Persaudaraan sesama saudara Muslim* ⚜

_Semoga bisa diambil faedahnya_

Hal yang perlu untuk diluruskan pernyataan dari saudara kami muslim yang mengatakan : 
*" Mas yang penting semua tempat belajar Agama itu sama saja dan saya tidak fanatik pada siapapun dan maaf kalo saya  punya sisi pandang pemahaman yang berbeda dengan mas "*

Maka Jawaban kami pada   saudara kami 

Saudaraku yg penting belajar Islam itu sesuai dg sunnah (petunjuk Nabi ) dan ini hukumnya wajib dan kita berdosa kalo tidak ikut bimbingan beliau dan adapun alasan nya adalah :
1⃣ Allah dan Rosulnya menerangkan bahkan Jalan kebenaran islam itu adalah satu jalan dan tidak bercabang lihat surat Al an'am ayat 53

وَأَنَّ هَٰذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُم بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (bidah dan aliran aliran), karena jalan-jalan itu akan  mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diwasiatkan agar kalian bertaqwa

2⃣ setelah Rosulullah shollallah alaihi wa sallam wafat maka umat islam terjadi perpecahan dan perselisihihan  kalo seperti itu keadaannya maka Islam yang mana yang akan dijadikan sebagai pegangan ?
Jawabannya adalah sebagaimana yang ditunjukkan beliau adalah berpegang dengan Islam yang shoheh yang ikut sunnah Nabi dan para shahabatnya dan wajib juga untuk meninggalkan  sebab perselisihan yaitu Bidah dan Aliran aliran baru dalam islam yang tidak diajarkan oleh beliau  sebagaimana diterangkan oleh beliau

عَن أَبي نَجِيحٍ العربَاضِ بنِ سَاريَةَ رضي الله عنه قَالَ: وَعَظَنا رَسُولُ اللهِ مَوعِظَةً وَجِلَت مِنهَا القُلُوبُ وَذَرَفَت مِنهَا العُيون. فَقُلْنَا: يَارَسُولَ اللهِ كَأَنَّهَا مَوْعِظَةُ مُوَدِّعٍ فَأَوصِنَا، قَالَ: (أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ عز وجل وَالسَّمعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ تَأَمَّرَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ، فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتِلافَاً كَثِيرَاً؛ فَعَلَيكُمْ بِسُنَّتِيْ وَسُنَّةِ الخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ المّهْدِيِّينَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ فإنَّ كلّ مُحدثةٍ بدعة، وكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ) – رواه أبو داود والترمذي وقال: حديث حسن صحيح

Dari Abu Najih, Al ‘Irbad bin Sariyah ra. ia berkata : “Rasulullah telah memberi nasehat kepada kami dengan satu nasehat yang menggetarkan hati dan membuat airmata bercucuran”. kami bertanya ,”Wahai Rasulullah, nasihat itu seakan-akan nasihat dari orang yang akan berpisah selamanya (meninggal), maka berilah kami wasiat” Rasulullah bersabda, “Saya memberi wasiat kepadamu agar tetap bertaqwa kepada Alloh yang Maha Tinggi lagi Maha Mulia, tetap mendengar dan ta’at walaupun yang memerintahmu seorang hamba sahaya (budak). Sesungguhnya barangsiapa diantara kalian masih hidup niscaya bakal menyaksikan banyak perselisihan. karena itu berpegang teguhlah kepada sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang lurus (mendapat petunjuk) dan gigitlah dengan gigi geraham kalian. Dan jauhilah olehmu hal-hal baru dalam Agama karena sesungguhnya hal itu adalah bidah dan  semua bid’ah itu sesat.” (HR. Abu Dawud

3⃣ Kwajiban kita hanyalah ikut pada petunjuk wahyu Allah dan RosulNya dan bukan petunjuk hawa nafsu sebagaimana dalam surat Al Arof ayat 3

 اتَّبِعُوا مَا أُنزِلَ إِلَيْكُم مِّن رَّبِّكُمْ وَلَا تَتَّبِعُوا مِن دُونِهِ أَوْلِيَاءَ ۗ قَلِيلًا مَّا تَذَكَّرُونَ (3)

Ikutilah oleh kalian apa yang telah diturunkan kepada kalian dari Tuhanmu dan janganlah kalia  mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran daripadanya.

Dan firman Allah yang melarang mengikuti kemauan hawa nafsu dalam beragama islam

 ً  {فَإِنْ لَمْ يَسْتَجِيبُوا لَكَ فَاعْلَمْ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهْوَاءَهُمْ وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوَاهُ بِغَيْرِ هُدىً مِنَ اللَّهِ} (القصص:50)،

Maka jika mereka tidak menjawab ajakanmu (wahai Rosul) ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

4⃣ memang benar kita tidak boleh fanatik pada golongan dlm islam yang pijakannya bukan dengan wahyu Allah tapi pedomannya dg  dengan hawa nafsu , akal , perasaan, dan ikut ikutan dengan kebiasaan tradisi  yang tidak ada ilmu dari Allah dan rasulNya karena Allah berfirman
Dalam surat al isro ayat 36
 وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.

Dan juga Allah memperingatkan orang yang dasar pijakan agamanya dengan dasar semata mata ikut tradisi nenek moyangnya sebagaimana dalam firmannya 

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَىٰ مَا أَنزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ قَالُوا حَسْبُنَا مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا ۚ أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ شَيْئًا وَلَا يَهْتَدُونَ (104

(Apabila dikatakan kepada mereka, "Marilah mengikuti apa yang telah diturunkan Allah dan mengikuti rasul!")  (Mereka menjawab, "Cukuplah untuk kami) kami cukup puas dengan (apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya.") yaitu berupa agama dan syariat. Allah selanjutnya berfirman: (Apakah) mereka cukup puas dengan hal itu (sekalipun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak pula mendapat petunjuk) ke jalan yang benar? 
 Al-Ma'idah 5:104

5⃣ Saudaraku kamu tidak perlu minta maaf pada kami sebab ini urusan nya bukan antara kita yg barangkali ada kesalahan tapi urusannya hanyalah kita dengan sang pencipta kita yang telah menciptakan kita untuk beribadah kepada Nya dengan mengikuti bimbingan syariat Nya sebagaimana firmannya

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)

Jadi kalo kita merasa salah kepada Allah sebab kita tidak ikut jalan Nya atau kita menyimpang maka mintalah maaf kepada Allah dengan istighfar dan bertaubat serta kembali kepada Islam yang benar yang telah dibawa oleh Nabi shollallahu alaihi wa sallam

Ditulis oleh Hamba Allah 
Ibnu Marwy

📡📻Tafadhol kunjungi LINK kami bila ingin dapat postingan ilmiyah lainnya :

🌏 *Web Situs Salafy Batam* 
http://istiqamahbatam.org

🇮🇩 *Channel Telegram* || 
1⃣ http://telegram.me/istiqomahsalafi
2⃣ https://t.me/Bantahhizbiyah
3⃣ https://t.me/ltqisbatam

*Silahkan di Share ilmu Islam yang bermanfaat untuk Umat.*.

​♲ *مُــُنُ احُـُبُ آلُآ يَنْقَطًع عملُہ بْعد​  ​مۆتٌہ فَلُيَنْشُر آلعلُم [آبْنْ آلُجۆڒي] ​✾​

Barang siapa yang ingin agar tidak terputus amalannya setelah kematiannya maka sebarkanlah Ilmu Agama ini 
( kata Ibnul Jauziyah)

💎💎💎💎💎💎💎💎
*•┈┈••⊰✿✿⊱••┈┈•*

INFO Dauroh Islam Lingga Madani (DARIMI) - 2

Juni 13, 2019 Add Comment

بسم الله،
اَلسَلامُ عَلَيْكُم وَرَحْمَةُ اَللهِ وَبَرَكاتُهُ‎
Informasi Dauroh Islam Lingga Madani (DARIMI) ke-2, Kota Dabo Singkep Insya Allah akan diselenggarakan mulai dari :
Hari 
Jum'at s/d Ahad
Tanggal 
17 s/d 19 Syawal 1440 H atau bertepatan dengan (21 s/d 23-06-2019 M)
Pembicara 
Ust. Abdul Bashit (Mahasiswa Fakultas Dakwah Universitas Islam Madinah ).
MASJID AL-HIKMAH KANTOR POLISI SEKTOR (POLSEK) KOTA DABO SINGKEP Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau

#################################


Informasi Dauroh Islam Lingga Madani (DARIMI).
Dauroh/Kajian *KHUSUS* di Masjid Istiqomah Sekop Darat Dabo Singkep Lingga Insya Allah akan diselenggarakan pada :

Hari : Sabtu Malam Ahad
Tanggal : 18 Syawal 1440H (22/06/2019M)
Tempat: Masjid Istiqomah Sekop Darat Dabo Singkep
Jam/Pukul : Ba'da Magrib s/d Isya
PEMBICARA : Ust. Abdul Bashit (Mahasiswa Fakultas Dakwah Universitas Islam Madinah ).
TEMA : *Tauhid Jalan Utama Untuk Keselamatan Dunia dan Akhirat*
(Kajian Tematik Kitab Utsulu Tsalasah)

Dauroh Islam Lingga Madani (DARIMI) didukung oleh Yayasan Istiqomah Ala Sunnah (YIAS).

Landasan Ta'awun :
(1). Dalam hadis yang panjang Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam MENGHIMBAU kepada para sahabatnya untuk berinfaq dengan harta benda mereka ke Perang Tabuk (HR. Ahmad: 16099)
Catatan: Bahwa Ta'awun kegiatan ini bersifat *HIMBAUAN*, tidak ada paksaan apapun.

(2). Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari Abu Hurairah radhiyallahu‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَاتَ ابن آدم الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثلاث ثَلَاثَةٍ : إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Apabila anak Adam meninggal, maka terputus darinya semua amalan kecuali tiga perkara: 
1. *SEDEKAH JARIYAH*, 
2. ilmu yang bermanfaat, dan 
3  anak shaleh yang mendoakannya.” 
(HR. Muslim 4310)

Kami menghimbau bagi yang ingin menginfaqkan rezekinya guna kelancaran Dauroh dan kegiatan kajian/Dauroh Lingga Madani (DARIMI), silahkan untuk menyalurkan ta'awun anda ke :

(1). Rekening : 
A/n Yayasan Al-Istiqamah Ala Sunnah
No Rek Bank Mandiri  
 *109–00–1616-7736*

Catatan: bagi yang berniat Ta'awun lewat transfer agar membuat kode transfer 3 digit dibelakang angka Tranfer (.001), contoh; Tranfer Rp.100.001 atau Rp.50.001. Dan silahkan konfirmasi transfer ke nomor WA berikut : (Abu Syuhada: 08566512581).

(2). Atau bagi antum yang berada di Kota Dabo Singkep dan ingin menyampaikan Ta'awun Antum
secara *LANGSUNG*, silahkan menghubungi ABU FAKHRI/Bang Syukri ( 0852-6420-8747/WA +62 822-8524-5706 )

*Mari Berlomba-Lomba dalam menabur benih kebaikan dengan berinfaq dan bershodaqoh untuk kebaikan di akhirat*

Semoga amal shodaqoh dan infaq yang telah antum salurkan  menjadi  Amal Jariyah yang pahalanya akan terus mengalir  sebagaimana dijanjikan nabi dalam Hadits diatas.

Amiin ya rabbal Alamin.
و سَلامُ عَلَيْكُم وَرَحْمَةُ اَللهِ وَبَرَكاتُهُ‎