Tauhid

Fatwa

Nasehat

Recent Posts

🌴 *Nasehat Persaudaraan sesama saudara Muslim* ⚜

Juni 19, 2019 Add Comment

🌴 *Nasehat Persaudaraan sesama saudara Muslim* ⚜

_Semoga bisa diambil faedahnya_

Hal yang perlu untuk diluruskan pernyataan dari saudara kami muslim yang mengatakan : 
*" Mas yang penting semua tempat belajar Agama itu sama saja dan saya tidak fanatik pada siapapun dan maaf kalo saya  punya sisi pandang pemahaman yang berbeda dengan mas "*

Maka Jawaban kami pada   saudara kami 

Saudaraku yg penting belajar Islam itu sesuai dg sunnah (petunjuk Nabi ) dan ini hukumnya wajib dan kita berdosa kalo tidak ikut bimbingan beliau dan adapun alasan nya adalah :
1⃣ Allah dan Rosulnya menerangkan bahkan Jalan kebenaran islam itu adalah satu jalan dan tidak bercabang lihat surat Al an'am ayat 53

وَأَنَّ هَٰذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُم بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (bidah dan aliran aliran), karena jalan-jalan itu akan  mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diwasiatkan agar kalian bertaqwa

2⃣ setelah Rosulullah shollallah alaihi wa sallam wafat maka umat islam terjadi perpecahan dan perselisihihan  kalo seperti itu keadaannya maka Islam yang mana yang akan dijadikan sebagai pegangan ?
Jawabannya adalah sebagaimana yang ditunjukkan beliau adalah berpegang dengan Islam yang shoheh yang ikut sunnah Nabi dan para shahabatnya dan wajib juga untuk meninggalkan  sebab perselisihan yaitu Bidah dan Aliran aliran baru dalam islam yang tidak diajarkan oleh beliau  sebagaimana diterangkan oleh beliau

عَن أَبي نَجِيحٍ العربَاضِ بنِ سَاريَةَ رضي الله عنه قَالَ: وَعَظَنا رَسُولُ اللهِ مَوعِظَةً وَجِلَت مِنهَا القُلُوبُ وَذَرَفَت مِنهَا العُيون. فَقُلْنَا: يَارَسُولَ اللهِ كَأَنَّهَا مَوْعِظَةُ مُوَدِّعٍ فَأَوصِنَا، قَالَ: (أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ عز وجل وَالسَّمعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ تَأَمَّرَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ، فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتِلافَاً كَثِيرَاً؛ فَعَلَيكُمْ بِسُنَّتِيْ وَسُنَّةِ الخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ المّهْدِيِّينَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ فإنَّ كلّ مُحدثةٍ بدعة، وكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ) – رواه أبو داود والترمذي وقال: حديث حسن صحيح

Dari Abu Najih, Al ‘Irbad bin Sariyah ra. ia berkata : “Rasulullah telah memberi nasehat kepada kami dengan satu nasehat yang menggetarkan hati dan membuat airmata bercucuran”. kami bertanya ,”Wahai Rasulullah, nasihat itu seakan-akan nasihat dari orang yang akan berpisah selamanya (meninggal), maka berilah kami wasiat” Rasulullah bersabda, “Saya memberi wasiat kepadamu agar tetap bertaqwa kepada Alloh yang Maha Tinggi lagi Maha Mulia, tetap mendengar dan ta’at walaupun yang memerintahmu seorang hamba sahaya (budak). Sesungguhnya barangsiapa diantara kalian masih hidup niscaya bakal menyaksikan banyak perselisihan. karena itu berpegang teguhlah kepada sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang lurus (mendapat petunjuk) dan gigitlah dengan gigi geraham kalian. Dan jauhilah olehmu hal-hal baru dalam Agama karena sesungguhnya hal itu adalah bidah dan  semua bid’ah itu sesat.” (HR. Abu Dawud

3⃣ Kwajiban kita hanyalah ikut pada petunjuk wahyu Allah dan RosulNya dan bukan petunjuk hawa nafsu sebagaimana dalam surat Al Arof ayat 3

 اتَّبِعُوا مَا أُنزِلَ إِلَيْكُم مِّن رَّبِّكُمْ وَلَا تَتَّبِعُوا مِن دُونِهِ أَوْلِيَاءَ ۗ قَلِيلًا مَّا تَذَكَّرُونَ (3)

Ikutilah oleh kalian apa yang telah diturunkan kepada kalian dari Tuhanmu dan janganlah kalia  mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran daripadanya.

Dan firman Allah yang melarang mengikuti kemauan hawa nafsu dalam beragama islam

 ً  {فَإِنْ لَمْ يَسْتَجِيبُوا لَكَ فَاعْلَمْ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهْوَاءَهُمْ وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوَاهُ بِغَيْرِ هُدىً مِنَ اللَّهِ} (القصص:50)،

Maka jika mereka tidak menjawab ajakanmu (wahai Rosul) ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

4⃣ memang benar kita tidak boleh fanatik pada golongan dlm islam yang pijakannya bukan dengan wahyu Allah tapi pedomannya dg  dengan hawa nafsu , akal , perasaan, dan ikut ikutan dengan kebiasaan tradisi  yang tidak ada ilmu dari Allah dan rasulNya karena Allah berfirman
Dalam surat al isro ayat 36
 وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.

Dan juga Allah memperingatkan orang yang dasar pijakan agamanya dengan dasar semata mata ikut tradisi nenek moyangnya sebagaimana dalam firmannya 

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَىٰ مَا أَنزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ قَالُوا حَسْبُنَا مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا ۚ أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ شَيْئًا وَلَا يَهْتَدُونَ (104

(Apabila dikatakan kepada mereka, "Marilah mengikuti apa yang telah diturunkan Allah dan mengikuti rasul!")  (Mereka menjawab, "Cukuplah untuk kami) kami cukup puas dengan (apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya.") yaitu berupa agama dan syariat. Allah selanjutnya berfirman: (Apakah) mereka cukup puas dengan hal itu (sekalipun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak pula mendapat petunjuk) ke jalan yang benar? 
 Al-Ma'idah 5:104

5⃣ Saudaraku kamu tidak perlu minta maaf pada kami sebab ini urusan nya bukan antara kita yg barangkali ada kesalahan tapi urusannya hanyalah kita dengan sang pencipta kita yang telah menciptakan kita untuk beribadah kepada Nya dengan mengikuti bimbingan syariat Nya sebagaimana firmannya

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)

Jadi kalo kita merasa salah kepada Allah sebab kita tidak ikut jalan Nya atau kita menyimpang maka mintalah maaf kepada Allah dengan istighfar dan bertaubat serta kembali kepada Islam yang benar yang telah dibawa oleh Nabi shollallahu alaihi wa sallam

Ditulis oleh Hamba Allah 
Ibnu Marwy

📡📻Tafadhol kunjungi LINK kami bila ingin dapat postingan ilmiyah lainnya :

🌏 *Web Situs Salafy Batam* 
http://istiqamahbatam.org

🇮🇩 *Channel Telegram* || 
1⃣ http://telegram.me/istiqomahsalafi
2⃣ https://t.me/Bantahhizbiyah
3⃣ https://t.me/ltqisbatam

*Silahkan di Share ilmu Islam yang bermanfaat untuk Umat.*.

​♲ *مُــُنُ احُـُبُ آلُآ يَنْقَطًع عملُہ بْعد​  ​مۆتٌہ فَلُيَنْشُر آلعلُم [آبْنْ آلُجۆڒي] ​✾​

Barang siapa yang ingin agar tidak terputus amalannya setelah kematiannya maka sebarkanlah Ilmu Agama ini 
( kata Ibnul Jauziyah)

💎💎💎💎💎💎💎💎
*•┈┈••⊰✿✿⊱••┈┈•*

INFO Dauroh Islam Lingga Madani (DARIMI) - 2

Juni 13, 2019 Add Comment

بسم الله،
اَلسَلامُ عَلَيْكُم وَرَحْمَةُ اَللهِ وَبَرَكاتُهُ‎
Informasi Dauroh Islam Lingga Madani (DARIMI) ke-2, Kota Dabo Singkep Insya Allah akan diselenggarakan mulai dari :
Hari 
Jum'at s/d Ahad
Tanggal 
17 s/d 19 Syawal 1440 H atau bertepatan dengan (21 s/d 23-06-2019 M)
Pembicara 
Ust. Abdul Bashit (Mahasiswa Fakultas Dakwah Universitas Islam Madinah ).
MASJID AL-HIKMAH KANTOR POLISI SEKTOR (POLSEK) KOTA DABO SINGKEP Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau

#################################


Informasi Dauroh Islam Lingga Madani (DARIMI).
Dauroh/Kajian *KHUSUS* di Masjid Istiqomah Sekop Darat Dabo Singkep Lingga Insya Allah akan diselenggarakan pada :

Hari : Sabtu Malam Ahad
Tanggal : 18 Syawal 1440H (22/06/2019M)
Tempat: Masjid Istiqomah Sekop Darat Dabo Singkep
Jam/Pukul : Ba'da Magrib s/d Isya
PEMBICARA : Ust. Abdul Bashit (Mahasiswa Fakultas Dakwah Universitas Islam Madinah ).
TEMA : *Tauhid Jalan Utama Untuk Keselamatan Dunia dan Akhirat*
(Kajian Tematik Kitab Utsulu Tsalasah)

Dauroh Islam Lingga Madani (DARIMI) didukung oleh Yayasan Istiqomah Ala Sunnah (YIAS).

Landasan Ta'awun :
(1). Dalam hadis yang panjang Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam MENGHIMBAU kepada para sahabatnya untuk berinfaq dengan harta benda mereka ke Perang Tabuk (HR. Ahmad: 16099)
Catatan: Bahwa Ta'awun kegiatan ini bersifat *HIMBAUAN*, tidak ada paksaan apapun.

(2). Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari Abu Hurairah radhiyallahu‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَاتَ ابن آدم الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثلاث ثَلَاثَةٍ : إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Apabila anak Adam meninggal, maka terputus darinya semua amalan kecuali tiga perkara: 
1. *SEDEKAH JARIYAH*, 
2. ilmu yang bermanfaat, dan 
3  anak shaleh yang mendoakannya.” 
(HR. Muslim 4310)

Kami menghimbau bagi yang ingin menginfaqkan rezekinya guna kelancaran Dauroh dan kegiatan kajian/Dauroh Lingga Madani (DARIMI), silahkan untuk menyalurkan ta'awun anda ke :

(1). Rekening : 
A/n Yayasan Al-Istiqamah Ala Sunnah
No Rek Bank Mandiri  
 *109–00–1616-7736*

Catatan: bagi yang berniat Ta'awun lewat transfer agar membuat kode transfer 3 digit dibelakang angka Tranfer (.001), contoh; Tranfer Rp.100.001 atau Rp.50.001. Dan silahkan konfirmasi transfer ke nomor WA berikut : (Abu Syuhada: 08566512581).

(2). Atau bagi antum yang berada di Kota Dabo Singkep dan ingin menyampaikan Ta'awun Antum
secara *LANGSUNG*, silahkan menghubungi ABU FAKHRI/Bang Syukri ( 0852-6420-8747/WA +62 822-8524-5706 )

*Mari Berlomba-Lomba dalam menabur benih kebaikan dengan berinfaq dan bershodaqoh untuk kebaikan di akhirat*

Semoga amal shodaqoh dan infaq yang telah antum salurkan  menjadi  Amal Jariyah yang pahalanya akan terus mengalir  sebagaimana dijanjikan nabi dalam Hadits diatas.

Amiin ya rabbal Alamin.
و سَلامُ عَلَيْكُم وَرَحْمَةُ اَللهِ وَبَرَكاتُهُ‎

✅📖 PEMBAHASAN KITAB SHIYAM DARI BULUGHUL MAROM (Bagian 4⃣)

Mei 05, 2019 Add Comment
✅📖 PEMBAHASAN KITAB SHIYAM DARI BULUGHUL MAROM (Bagian 4⃣)
—---------------------—

✳️ HADITS PERTAMA (Lanjutan Pertemuan Sebelumnya...)
📡 (Larangan Mendahului Romadhon dengan Puasa Sehari atau Dua Hari Sebelumnya)

.....

🔘 LANJUTAN FAEDAH HADITS:

5⃣ Kata “Laki-laki” dalam hadits, tidak menunjukkan pengkhususan kaum pria saja. Karena syari’at ini pada asalnya berlaku untuk kaum laki-laki dan perempuan, kecuali jika didapatkan dalil yang mengkhususkan. (Lihat Fathu Dzil-Jalal 3/170)

6⃣ Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin Rohimahullah menjelaskan, hadits ini mengisyaratkan lemahnya riwayat Abu Huroiroh Rodhiyallahu ‘anhu yang berbunyi;
إِذَا انْتَصَفَ شَعْبَانُ، فَلَا تَصُومُوا
“Jika bulan Sya’ban tersisa separuhnya, maka janganlah kalian berpuasa!” (Hadits riwayat Ahmad no.9707, At-Tirmidzi no.738, Abu Dawud no.2337, Ibnu Majah no.1651, An-Nasa`i dalam As-Sunan Al-Kubro no.2923, dan selainnya.)

‼️ Hadits di atas diingkari oleh Imam Ahmad Rohimahullah. (akan tetapi) Sebagian ulama yang lain menshohihkan atau menghasankannya. (Lihat Fathu Dzil-Jalal 3/171)

🌷Imam Ahmad mengatakan, “Ini adalah hadits mungkar. Abdurrahman bin Mahdi tidak pernah menyampaikan kepada kami hadits ini; karena berseberangan dengan hadits ‘Aisyah dan Ummu Salamah Rodhiyallahu ‘anhuma. (Masail Imam Ahmad Riwayat Abi Dawud no.2002 hal.434, Al-Muharrir no.646 hal.378 karyaIbnu ‘Abdil Hadi Rohimahullah)

🔻Hadits ‘Aisyah Rodhiyallahu ‘anha, beliau menyatakan;

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ، كَان يَصُومُ شَعْبَانَ إِلَّا قَلِيلًا

“Bahwasanya Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam berpuasa pada seluruh bulan Sya’ban; beliau juga berpuasa Sya’ban (1 bulan) kurang sedikit.” (HR. Al-Bukhori no.1970 dan Muslim no.1156-(176), dari ‘Aisyah Rodhiyallahu ‘anha)

🔻Sedangkan Hadits Ummu Salamah Rodhiyallahu ‘anha, beliau menyatakan,

مَا رَأَيْتُ رَسُولَ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَامَ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ، إِلَّا أَنَّهُ كَانَ يَصِلُ شَعْبَانَ بِرَمَضَانَ

“Aku tidak pernah melihat Rasulullah Shollallahu ‘alaihi waSallam berpuasa dua bulan berturut-turut kecuali tatkala beliau menyambung (puasa) Sya’ban dengan Romadhon.” (HR. Ahmad no.265652, At-Tirmidzi no.736, An-Nasa`i no.2175, Dishohihkan Asy-Syaikh Al-Albani Rohimahullah dalam Mukhtashor Asy-Syamail no.255, Shohih At-Targhib wat Tarhib no. 1025, Shohih Ibni Majah no.1648)

Wallahu A’lamu bisshowab


✅(Bersambung Insya Allah,...)

🌍 Ikuti terus pelajaran Kitab Shiyam dari Bulughul Marom di channel ini.

📝 Ditulis oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.

#ahkamshiyam #puasaramadhan #kitabshiyam

〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com/

PEMBAHASAN KITAB SHIYAM DARI BULUGHUL MAROM (Bagian 3⃣)

April 27, 2019 Add Comment
✅📖 PEMBAHASAN KITAB SHIYAM DARI BULUGHUL MAROM (Bagian 3⃣)
—---------------------—
✳️ HADITS PERTAMA (Lanjutan Pertemuan Sebelumnya...)
📡 (Larangan Mendahului Romadhon dengan Puasa Sehari atau Dua Hari Sebelumnya)
.....
🔘 Faedah-Faedah Hadits:
—---------------------—
1⃣ Di dalam hadits ini terkandung larangan berpuasa sehari atau dua hari di akhir bulan Sya’ban, menjelang bulan Romadhon.
🔻Sifat larangan tersebut diperselisihkan para Ulama. Sebagian mereka menyatakan haram, sebagian yang lain menyatakan makruh (di bawah tingkatan haram).
🌷Pendapat yang dikuatkan Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rohimahullah adalah yang menyatakan makruh. (Catatan: beliau pernah berpendapat haram).
🔻Namun apabila bertepatan dengan hari Syak (*) hukumnya haram. (Berdasarkan hadits ‘Ammar bin Yasir Rodhiyallahu ‘anhu; setelah hadits ini insya Allah).
(*) Hari Syak terjadi pada tanggal 30 Sya'ban; yaitu hari yang diragukan, tidak bisa dipastikan apakah Romadhon telah masuk atau belum. Penyebabnya, hilal tidak terlihat pada sore 29 Sya’ban karena tertutup mendung, debu (asap), gunung, atau sesuatu; berdasarkan pendapat terpilih.
🔻Jika langit cerah pada sore tanggal 29 tapi hilal tidak terlihat; maka puasa tanggal 30 Sya'ban hukumnya makruh. Wallahu A’lam (Lihat Fathu Dzil-Jalal 3/171 & 174)
2⃣ Larangan di dalam hadits berlaku untuk seluruh umat Islam. Walaupun konteks larangan ditujukan kepada Shahabat. (Lihat Fathu Dzil-Jalal 3/169)
3⃣ Adanya Rukhshoh (atau keringanan) bagi orang yang rutin (terbiasa) melakukan puasa tertentu, untuk berpuasa pada dua hari terakhir bulan Sya’ban. (Taudhihul-Ahkam 3/132)
4⃣ Lafadz perintah menunjukkan pembolehan, jika konteksnya berlawanan dengan larangan. Misal perintah dalam hadits “lakukanlah puasa tersebut!”, karena perintah tersebut didahului dengan larangan, maka maknanya sekedar pembolehan untuk berpuasa. Wallahu A’lam. (Lihat Fathu Dzil-Jalal 3/170)
Wallahu A’lamu bisshowab
✅(Bersambung Insya Allah,...)
🌍 Ikuti terus pelajaran Kitab Shiyam dari Bulughul Marom di channel ini.
📝 Ditulis oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.
#ahkamshiyam #puasaramadhan #kitabshiyam
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

PEMBAHASAN KITAB SHIYAM DARI BULUGHUL MAROM (Bagian 2⃣)

April 27, 2019 Add Comment
✅📖 PEMBAHASAN KITAB SHIYAM DARI BULUGHUL MAROM (Bagian 2⃣)
—---------------------—

✳️ HADITS PERTAMA
📡 (Larangan Mendahului Romadhon dengan Puasa Sehari atau Dua Hari Sebelumnya)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه - قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - لَا تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ وَلَا يَوْمَيْنِ, إِلَّا رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَوْمًا, فَلْيَصُمْهُ - مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari Shahabat Abu Huroiroh Rodhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

‼️ “Jangan kalian dahului Romadhon dengan puasa sehari atau dua hari (sebelumnya), kecuali (bagi) seorang lelaki yang rutin melakukan amalan puasa tertentu; lakukanlah puasa tersebut” (Muttafaqun ‘alaih)

〰〰〰〰

✳️ TAKHRIJ HADITS:
🔗 Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhori no.1914 , Muslim no.1082-(21), Ahmad no.7200, 8575, 9287, 10184, 10662, 10755, Abu Dawud no.2335, At-Tirmidzi no.685, An-Nasa`i no.2173, 2190, Ibnu Majah no.1650 , dan selain mereka.

✳️ MAKNA HADITS
🔗 Di dalam hadits ini Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam melarang kita (umat Islam) untuk berpuasa sehari atau dua hari menjelang bulan Romadhon, kecuali seseorang yang rutin (*) melakukan amalan puasa tertentu, maka boleh baginya untuk berpuasa pada dua hari tersebut.

(*) Maksud “Rutin” adalah; “Terbiasa melakukan puasa tersebut.” 》[Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin; dalam Fathu Dzil-Jalal 3/169]

🔰Misalnya:
🔻Seorang yang rutin berpuasa tiga hari setiap bulan yang bertepatan dengan tanggal 27, 28, 29 (menjelang Romadhon); maka yang seperti tidak mengapa.
🔻Atau Seseorang yang rutin berpuasa Senin-Kamis, dimana hari Kamis nya jatuh pada tanggal 29 Sya’ban; yang seperti ini juga boleh; tidak mengapa.
🔻Atau Puasa Qodho` (membayar hutang puasa Romadhon tahun lalu) tepat sebelum masuk bulan Romadhon; yang seperti ini juga boleh, bahkan hukumnya wajib (Lihat Fathu Dzil-Jalal 3/170)


Wallahu A’lamu bisshowaab

☑️ (Bersambung Insya Allah,...)

📝 Ditulis oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.

#ahkamshiyam #puasaramadhan #kitabshiyam

〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com/